Tiap Hari Dilintasi Angkutan Berat, Jalan Desa Air Limau Rusak Parah
MUARA ENIM, SS – Kondisi jalan Desa Air Limau Kecamatan Rambang Dangku menuju Jalan Negara Simpang Air Limau mengalami kerusakan berat, diduga akibat dari lalu lalang angkutan berat melebihi tonase yang tidak sesuai dengan kemampuan badan jalan milik PT GH EMM Indonesia. Hal ini merupakan keluhan yang dilontarkan salah satu warga Desa Air Limau kepada portal ini, Kamis (1/2).
Menurutnya, sudah satu tahun ini mobil angkutan berat/minyak mulai beroperasi melalui jalan desa dan semakin hari kondisi jalan mengalami kerusakan parah.
“Padahal jelas sudah ada surat pemberitahuan pada tahun 2010 dari pihak PT GH EMM Indonesia, bahwa tidak memberikan izin baik perusahaan maupun subcont-subcont yang melakukan project PT GH EMM Indonesia beroperasi di jalan permukiman warga Air Limau. Namun tampaknya surat tersebut tampak tak digubris, karena saban hari kendaraan angkutan berat selalu melintasi jalan sini,” ujarnya.
Lanjutnya lagi, terkait hal tersebut, warga hanya bisa diam, karena diduga adanya keterlibatan preman-preman yang membekingi para supir angkutan, sehingga angkutan tersebut tanpa hambatan melintas di Desa Air Limau.
Ia berharap kepada pemerintah agar dapat menindaklanjuti permasalahan ini.
“Warga prihatin akan jalan desa yang semakin rusak, untuk itu kami berharap kepada pemerintah agar bisa menyelesaikan permasalahan ini serta mendesak pihak perusahaan pemilik angkutan berat tersebut untuk segera memperbaiki kerusakan jalan disini,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Rambang Dangku saat dikonfirmasi ke kantornya terkait permasalahan ini, sedang tidak ada ditempat.
“Pak Camat lagi pergi ke Muara Enim. Besok saja kesini lagi, mungkin Bapaknya ada,” ujar Anggota SatPolPP yang ada di Kantor Camat tersebut.(Nr01)
Menurutnya, sudah satu tahun ini mobil angkutan berat/minyak mulai beroperasi melalui jalan desa dan semakin hari kondisi jalan mengalami kerusakan parah.
“Padahal jelas sudah ada surat pemberitahuan pada tahun 2010 dari pihak PT GH EMM Indonesia, bahwa tidak memberikan izin baik perusahaan maupun subcont-subcont yang melakukan project PT GH EMM Indonesia beroperasi di jalan permukiman warga Air Limau. Namun tampaknya surat tersebut tampak tak digubris, karena saban hari kendaraan angkutan berat selalu melintasi jalan sini,” ujarnya.
Lanjutnya lagi, terkait hal tersebut, warga hanya bisa diam, karena diduga adanya keterlibatan preman-preman yang membekingi para supir angkutan, sehingga angkutan tersebut tanpa hambatan melintas di Desa Air Limau.
Ia berharap kepada pemerintah agar dapat menindaklanjuti permasalahan ini.
“Warga prihatin akan jalan desa yang semakin rusak, untuk itu kami berharap kepada pemerintah agar bisa menyelesaikan permasalahan ini serta mendesak pihak perusahaan pemilik angkutan berat tersebut untuk segera memperbaiki kerusakan jalan disini,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Rambang Dangku saat dikonfirmasi ke kantornya terkait permasalahan ini, sedang tidak ada ditempat.
“Pak Camat lagi pergi ke Muara Enim. Besok saja kesini lagi, mungkin Bapaknya ada,” ujar Anggota SatPolPP yang ada di Kantor Camat tersebut.(Nr01)


Post a Comment