Rusak, Kondisi Jalan Setapak Menuju SDN 10 Tanjung Agung Memprihatinkan
MUARA ENIM, SS – Jalan yang menjadi akses menuju SD Negeri 10 Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim mengalami kerusakan yang cukup parah. Selain amblas, jalan ini jika hujan akan licin, karena berlumut. Kondisi ini jelas sangat memprihatinkan, mengingat jalan tersebut selalu dilintasi siswa-siswi SDN 10 Tanjung Agung.
Menurut Sumarlin warga Dusun 2 Desa Tanjung Agung kepada portal ini, Selasa (6/2) mengatakan, jalan ini memang perlu diperbaiki, karena dikhawatirkan bila hujan jalan makin tergerus dan amblas. Selain itu, jalan ini sudah berlumut basah takutnya siswa yang berjalan disini akan terpeleset karena licin.
“Kasihan dengan anak sekolah, terutama yang melalui jalan ini. Sudah banyak anak-anak jatuh terpeleset disini. Dengan kondisi jalan setapak yang hampir putus makin lama makin longsor ketika hujan deras datang. Saat ini hanya satu jalur yang dapat di lalui, sebab jalan setapak tersebut makin menyempit kurang lebih lebarnya hanya 60 cm,” ujarnya.
Dikataknnya, bahwa kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung lama, sekitar 4-5 tahun, namun hingga kini belum ada perbaikan.
“Sudah sekitar 4-5 tahunan rusak, padahal sudah 3 kali diukur, tapi tidak tahu pihak mana yang melakukan pengukuran tersebut. Sampai saat ini, lihat saja sendiri kondisi jalannya masih rusak belum ada perbaikan,” jelasnya.
Ia berharap kepada pemerintah dan dinas terkait agar segera memperbaiki jalan yang menjadi akses siswa menimba ilmu di SDN 10 Tanjung Agung itu.
"Kepada pihak Pemerintah Kabupaten Muara Enim mohon agar dapat secepatnya memperbaiki jalan setapak di Desa Tanjung Agung Kecamatan Tanjung Agung, sehingga tidak memperhambat jalan siswa menuju ke sekolah," tuturnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Rendi, siswa kelas 6 SDN 10 Tanjung Agung yang dibincangi sinarsumatera.com saat melintasi jalan setapak tersebut ketika pulang sekolah juga berharap agar jalan tersebut segera diperbaiki.
“Kepada pemerintah dan pihak terkait agar jalan menujuh SDN 10 kami ini dapat perbaiki, karena sudah rusak parah. Bila hujan jalan sering licin, saya dan teman-teman saat melintas jalan ini banyak yang terpeleset," ucapnya.(KLT)
Menurut Sumarlin warga Dusun 2 Desa Tanjung Agung kepada portal ini, Selasa (6/2) mengatakan, jalan ini memang perlu diperbaiki, karena dikhawatirkan bila hujan jalan makin tergerus dan amblas. Selain itu, jalan ini sudah berlumut basah takutnya siswa yang berjalan disini akan terpeleset karena licin.
“Kasihan dengan anak sekolah, terutama yang melalui jalan ini. Sudah banyak anak-anak jatuh terpeleset disini. Dengan kondisi jalan setapak yang hampir putus makin lama makin longsor ketika hujan deras datang. Saat ini hanya satu jalur yang dapat di lalui, sebab jalan setapak tersebut makin menyempit kurang lebih lebarnya hanya 60 cm,” ujarnya.
Dikataknnya, bahwa kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung lama, sekitar 4-5 tahun, namun hingga kini belum ada perbaikan.
“Sudah sekitar 4-5 tahunan rusak, padahal sudah 3 kali diukur, tapi tidak tahu pihak mana yang melakukan pengukuran tersebut. Sampai saat ini, lihat saja sendiri kondisi jalannya masih rusak belum ada perbaikan,” jelasnya.
Ia berharap kepada pemerintah dan dinas terkait agar segera memperbaiki jalan yang menjadi akses siswa menimba ilmu di SDN 10 Tanjung Agung itu.
"Kepada pihak Pemerintah Kabupaten Muara Enim mohon agar dapat secepatnya memperbaiki jalan setapak di Desa Tanjung Agung Kecamatan Tanjung Agung, sehingga tidak memperhambat jalan siswa menuju ke sekolah," tuturnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Rendi, siswa kelas 6 SDN 10 Tanjung Agung yang dibincangi sinarsumatera.com saat melintasi jalan setapak tersebut ketika pulang sekolah juga berharap agar jalan tersebut segera diperbaiki.
“Kepada pemerintah dan pihak terkait agar jalan menujuh SDN 10 kami ini dapat perbaiki, karena sudah rusak parah. Bila hujan jalan sering licin, saya dan teman-teman saat melintas jalan ini banyak yang terpeleset," ucapnya.(KLT)

Post a Comment