Puskesmas di Subi dan Serasan Timur Diresmikan
NATUNA, SS - Agar masyarakat bisa dan mudah mendapatkan kesehatan yang maksimal, Bupati Natuna Hamid Rizal meresmikan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kecamatan Subi dan Serasan Timur, Jum'at (2/1/2018).
Tampak hadir dalam acara itu OPD Pemkab Natuna, Anggota DPRD Natuna, Camat Subi juga dari jajaran Muspida Kecamatan Subi serta masyarakat.
Dalam sambutan Bupati Natuna mengatakan, bahwa pembangunan seperti ini sangat bagus apalagi di tempat daerah terpencil dan sesuai dengan program Presiden Jokowi demi kemajuan dan kemakmuran serta membantu masyarakat perbatasan untuk bisa memperoleh hak kesehatan yang maksimal.
“Dengan pembangunan Puskesmas yang bagus ini saya berharap nantinya warga Subi dan Serasan Timur agar aset ini bisa di jaga dengan baik, sebab kalau bukan kita siapa lagi yang menjaganya," ujarnya.
Bupati mengajak agar masyarakat Subi dan Serasan Timur dapat menjaga kesehatan dengan sebaik-baiknya, kurangi makan yang bisa membuat hipertensi seperti pasik bila perlu perbanyak makan ikan, karena makan ikan itu lebih sehat;" ungkap Hamid.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Rizal Rinaldi mennyampaikan, bahwa pembangunan Puskesmas Subi dan Serasan Timur adalah sasaran terpenting kita.
“Alhamdulillah Puskesmas Subi dan Serasan Timur ini sudah digolongkan Puskesmas Tipe C. Semua itu didapatkan selain berkat dari bantuan dana Kementerian Kesehatan, juga berkat usaha Bupati Natuna yang menjemput bola ke pusat,” terangnya.
Dijelaskannya, bahwa dari data Dinas Kesehatan Natuna, rata-rata penyakit tertinggi dikalangan masyarakat Natuna adalah penyakit hipertensi. Hal ini tentu akan menjadi bom waktu bagi penduduk Natuna, karena dengan banyaknya penyakit hipertensi maka akan terindikator dengan penyakit jantung dan gagal ginjal.
“Dinas Kesehatan dalam hal ini terus menggiatkan program GERMAS sesuai program pemerintah pusat supaya mengatur pola hidup sehat. Dengan adanya penykit hipertensi sudah tergolong 60% bisa menurun,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Subi, Junaidi berharap agar nantinya ada penambahan kuota pegawai di puskesmas supaya lebih maksimal lagi, meskipun untuk saat ini sudah mencukupi.
“Di Puskemas ini untuk tenaga medis kita sudah ada dokter umum 1 orang, bidan ada 1 orang, perawat 17 orang, perawat gigi ada 1 orang, analis kesehatan ada 2 orang yang terdiri dari 1 orang dari Nusantara Sehat dan 1 orang dari Dinas Kesehatan, gizi orang dari Nusantara Sehat dan terakhir SKM 1 orang,” tutup junaidi.(lohot)
Tampak hadir dalam acara itu OPD Pemkab Natuna, Anggota DPRD Natuna, Camat Subi juga dari jajaran Muspida Kecamatan Subi serta masyarakat.
Dalam sambutan Bupati Natuna mengatakan, bahwa pembangunan seperti ini sangat bagus apalagi di tempat daerah terpencil dan sesuai dengan program Presiden Jokowi demi kemajuan dan kemakmuran serta membantu masyarakat perbatasan untuk bisa memperoleh hak kesehatan yang maksimal.
“Dengan pembangunan Puskesmas yang bagus ini saya berharap nantinya warga Subi dan Serasan Timur agar aset ini bisa di jaga dengan baik, sebab kalau bukan kita siapa lagi yang menjaganya," ujarnya.
Bupati mengajak agar masyarakat Subi dan Serasan Timur dapat menjaga kesehatan dengan sebaik-baiknya, kurangi makan yang bisa membuat hipertensi seperti pasik bila perlu perbanyak makan ikan, karena makan ikan itu lebih sehat;" ungkap Hamid.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Rizal Rinaldi mennyampaikan, bahwa pembangunan Puskesmas Subi dan Serasan Timur adalah sasaran terpenting kita.
“Alhamdulillah Puskesmas Subi dan Serasan Timur ini sudah digolongkan Puskesmas Tipe C. Semua itu didapatkan selain berkat dari bantuan dana Kementerian Kesehatan, juga berkat usaha Bupati Natuna yang menjemput bola ke pusat,” terangnya.
Dijelaskannya, bahwa dari data Dinas Kesehatan Natuna, rata-rata penyakit tertinggi dikalangan masyarakat Natuna adalah penyakit hipertensi. Hal ini tentu akan menjadi bom waktu bagi penduduk Natuna, karena dengan banyaknya penyakit hipertensi maka akan terindikator dengan penyakit jantung dan gagal ginjal.
“Dinas Kesehatan dalam hal ini terus menggiatkan program GERMAS sesuai program pemerintah pusat supaya mengatur pola hidup sehat. Dengan adanya penykit hipertensi sudah tergolong 60% bisa menurun,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Subi, Junaidi berharap agar nantinya ada penambahan kuota pegawai di puskesmas supaya lebih maksimal lagi, meskipun untuk saat ini sudah mencukupi.
“Di Puskemas ini untuk tenaga medis kita sudah ada dokter umum 1 orang, bidan ada 1 orang, perawat 17 orang, perawat gigi ada 1 orang, analis kesehatan ada 2 orang yang terdiri dari 1 orang dari Nusantara Sehat dan 1 orang dari Dinas Kesehatan, gizi orang dari Nusantara Sehat dan terakhir SKM 1 orang,” tutup junaidi.(lohot)

Post a Comment