Pemkab Lambar Gelar Audiensi Dengan Peserta ACP Delegasi Unila

LAMPUNG BARAT, SS - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menggelar audiensi dengan peserta ACP Delegasi Universitas Lampung yang di sambut oleh Bupati  Lambar Parosil Mabsus  di Pekon Sebarus yang juga di ikuti oleh Wakil Bupati Lambar Drs. Mad Hasnurin, Pj. Sekdakab Lambar Akmal Abdul Nasir SH serta dihadiri oleh Rektor Jepang Yasuo Kawawaki Ph.D, Masahiko Murata, Wakil Rektor Unila Prof. Bujang Rahman, Prof. Cipta Ginting, Dekan Fakultas Teknik Unila Prof. Suharno dan Mahasiswa Universitas Lampung.

Kemudian setelah di sambut oleh Bupati Lambar acara dilanjutkan di Aula Ratu Piekulun  RSUD Alimudin Umar Liwa, Kamis (08/02/2018) yang dibuka oleh Wakil Bupati Lampung Barat Drs. Mad Hasnurin dan dihadiri oleh beberapa Kepala OPD serta mahasiswa dari Unila.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Lampung Barat Drs. Mad Hasnurin mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kedatangan mahasiswa dari Universitas Lampung. Ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi Lambar, apalagi kedatangan mahasiswa ini untuk membahas manajemen penanganan gempa di Liwa pada tahun 1994. Hal ini juga sejalan dengan beberapa program Kabupaten Lambar diantaranya adalah kabupaten siaga bencana, perlu adanya kerjasama yang dikembangkan guna mengembangkan program Lambar  sebagai kabupaten siaga bencana.

Kemudian berdasarkan Peraturan Daerah Lambar Nomor 13 Tahun 2010 Tentang Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lampung Barat. Pembentukan BPBD Kabupaten Lambar diharapkan dapat menjamin keterpaduan dalam penyusunan kebijakan dan pelaksanaan operasional penanggulangan bencana daerah secara terarah dan terpadu. Selain itu juga diharapkan dapat menjadi lembaga yang mampu mengkoordinasikan segala upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Lambar.

Telah diketahui bersama, bahwa Gempa Bumi di Liwa terjadi pada tanggal 15 Februari 1994 dengan kekuatan 6,5 SR mengakibatkan kerusakan parah di Liwa, dengan gempa berpusat di Sesar Semangko, Samudera Hindia. Berdasarkan informasi, jumlah penduduk yang kehilangan tempat tinggal hampir mencapai 75 ribu. Dampak gempa pun masih terasa sampai 40 kilometer dari ibukota Kabupaten Lampung Barat.

“Korban jiwa 207 jiwa dari beberapa desa dan kecamatan di Lampung Barat tewas, sementara jumlah korban yang terluka hampir mencapai 2000 orang”, ujarnya.

Terus kepada mahasiswa-mahasiswa untuk melaksanakan penelitian tentang penanganan gempa Liwa tahun 1994 ini dengan sungguh-sungguh dan seksama. Semoga kedatangan dan kerjasama ini dapat memberikan motivasi agar Kabupaten Lampung Barat terus giat dalam mewujudkan kabupaten siaga bencana. Selanjutnya juga kepada mahasiswa delegasi dari Unila agar dapat melihat potensi yang ada di Kabupaten Lambar yaitu kopi Lambar serta adat dan kebudayaan di Kabupaten Lampung Barat.

Sementara itu Wakil Rektor Unila Prof. Bujang Rahman, menyampaikan Adapun audiensi tersebut dimaksudkan untuk membahas pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung yang akan diadakan di wilayah Kabupaten Lampung Lambar.

Audiensi ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam upaya menyejahterakan perekonomian masyarakat dan komitmen bersama meningkatkan sosial ekonomi di Provinsi Lampung khusunya di Lambar.

Untuk itu pihaknya berharap setiap kegiatan ini dapat disinergikan dan terus mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung sehingga makin banyak ekonomi yang semakin sejahtera.

“Sehingga masyarakat  di Lampung  khususnya di Lambar ini merasakan dan mendapatkan kesejahteraan sesuai hak mereka”, ujarnya.

Menanggapi hal ini, Asisten Bidang Pemerintahan Dan Kesra Drs. Adi Utama mengungkapkan, bahwa merasa senang dan bangga dengan berbagai upaya yang dilakukan mahasiswa membantu peran pemerintah dalam meningkatkan sosial ekonomi, yang salah satunya dilakukan dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Lampung khusunya di Lambar.

Pihaknya menambahkan, bersama dengan jajaran dinas terkait, pihaknya terus memberikan program-program untuk kesejahteraan masyarakat di Lambar, baik melalui pelatihan sumber daya manusianya dan bantuan-bantuan non tunai lainnya.

Selain itu juga berupaya untuk terjun ke lapangan untuk langsung melihat kondisi masyarakat dilapangan pasca gempa guna menghasilkan program-program yang tepat guna dan tepat sasaran.(Yogi-Humas Lambar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.