Kepala Dinas Pertanian Kunjungi Panen GKP

LAHAT, SS - Panen serentak di beberapa lokasi di Kabupaten Lahat dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Ir H Agustia Budiman MM, Kabid Tanaman Pangan A Firdaus SP MMA dan Kasi Serealia, petugas Dinas Pertanian Kecamatan (KCD), BP3K, Penyuluh Pertanian Lapangan, Tim Upsus Pajale BPTP Sumsel, petugas POPT, Babinsa dan anggota kelompok tani, Kamis (04/01).

Panen gabah kering panen (GKP) dilaksanakan di beberapa tempat antara lain, Desa Tanjung Alam Kecamatan Kikim Selatan seluas 100 ha (Varietas ciherang; Provitas 8,6 t/ha GKP), Desa Karang Agung Kecamatan Tanjung Sakti Pumu seluas 25 ha (Varietas Ciherang; Provitas 7,9 ton/ha GKP) dan Desa Air Dingin Lama Kecamatan Tanjung Tebat seluas 23 ha (Varietas mekongga; Provitas 8,2 ton/ha GKP).

Kepala Dinas Pertanian Lahat Ir H Agutia Budiman MM didampingi Kabid Tanaman Pangan A Firdaus SP MMA menjelaskan, bahwa tahun 2018 kegiatan panen di Provinsi Sumsel khususnya di Kabupaten Lahat terus berlanjut. Setelah sebelumnya di bulan Desember 2017 melakukan safari panen seluas 7.951 ha di beberapa lokasi kecamatan antara lain Desa Tanjung Payang, Nantal yang merupakan Kecamatan Lahat Selatan, lalu Desa Pagar Jati, Banu Ayu, Benuaraja Kecamatan Kikim Selatan.

Panen yang telah dilaksanakan sejak akhir tahun 2017 diperkirakan akan terus berlangsung hingga April 2018.  Panen yang terus berlanjut untuk menjamin stok pangan terutama pada musim paceklik yang biasanya berlangsung pada bulan Januari hingga Februari.

"Pencapaian produktivitas di Kabupaten Lahat hingga saat ini selain merupakan capaian petani sebagai pelaku utama, juga tidak terlepas dari kerjasama berbagai pihak terutama bantuan pemerintah dalam hal bantuan sarana dan prasarana, dukungan teknologi budidaya dan alsintan," jelasnya.

Dikatakannya, bahwa Pemda Lahat dalam hal ini Dinas Pertanian Kabupaten Lahat terus berupaya dan berusaha memberikan bimbingan dan pengawalan serta usaha perbaikan dalam bentuk teknologi petanian spesifik lokasi, antara lain penggunaan varietas unggul adaptif, teknologi pemupukan spesifik lokasi, teknis pengendalian organisme pengganggu tanaman padi, penggunaan alat mesin pertanian dan penanganan pasca panen, sehingga hasil panen lebih tinggi dan bermutu.(Arg)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.