Marching Band SMKN 1 Muara Enim Unjuk Kemampuan di Peringatan Hardiknas
MUARA ENIM, SS - Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar upacara untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-109 di Halaman Kantor Bupati Muara Enim, Senin (8/5).
Acara itu diisi dan dimeriahkan dengan Parade Marching Band dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Muara Enim. Berbagai lagu kebangsaan dan lagu-lagu berjiwa patriot ditampilkan oleh siswa dan siswi SMKN I Muara Enim dalam peragaan pergelaran peringatan Hardiknas ke-109 dihadapan Bupati dan unsur FKPD serta pejabat dilingkungan Pemkab Muara Enim.
Kepala sekolah SMKN I Muara Enim Misniati SPd MSi melalui salah satu tenaga pendidik sekolah tersebut Sarjono mengatakan, bahwa siswa-siswi yang melakukan penampilan Marching Band ini dilatih oleh pelatih dari Tanjung Enim dan juga dari Palembang.
"Ya dari Tanjung Enim dan Palembang yang melatih siswa dan siswi kita dalam marching band ini," ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar dalam sambutannya mengatakan, bahwa sesuai dengan tema peringatan Hardiknas ke-109 ini, pendidikan yang berkualitas khususnya di Kabupaten Muara Enim harus dapat dirasakan semua lapisan masyarakat.
"Pada 2 Mei 2017 kita kembali memperingati Hari Pedidikan Nasional, tema Hardiknas kali ini adalah Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas. Tema tersebut terkait erat dengan fenomena dunia yang berubah sangat cepat dan menuntut kualitas semakin tinggi. Dengan begitu maka seluruh lapisan masyarakat akan dapat menjangkau layanan pendidikan yang berkualitas," kata Muzakir saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy.
Muzakir juga menyampaikan, 2 Mei merupakan tanggal lahir Ki Hadjar Dewantara yang merupakan tokoh yang berjasa memajukan dunia pendidikan di Indonesia.
"Dalam setiap peringatan Hardiknas kita tak pernah lupa dengan sosok Ki Hadjar Dewantara, kepemimpinan pendidikan Ki Hadjar Dewantara mengajukan konsep Laku Telu atau tiga peran yang dirumuskan dalam frasa bahasa jawa Ing ngaso sung tuladha, ing madya mangun karso, tut wuri handayani yang artinya apabila di depan memberi teladan, apabila di tengah memberi ilham dan apabila dibelakang memberi dorongan," lanjut Muzakir.
Dikatakannya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersiap melakukan reformasi pendidikan nasional baik pada tataran konseptual maupun manajerial. Dalam tataran konseptual sekarang sedang diupayakan agar karakter kembali menjadi fundasi dan ruh pendidikan nasional.
"Berbagai program dan kegiatan serta sumber daya baik finansial maupun non finansial di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta dinas pendidikan di berbagai daerah hendaknya difokuskan untuk mendukung gerakan reformasi pendidikan. Karena reformasi pendidikan nasional merupakan proses jangka panjang, bukan sesaat dan jangka pendek, sehigga perlu di laksanakan secara sistemis, prosedural dan bertahap," ujar Muzakir.(Kalvin)


Post a Comment