Prabumulih Jadi Pusat Kegiatan Peringatan Hari Lingkungan Hidup
PRABUMULIH, SS-Keberhasilan Kota Prabumulih meraih Piala
Adipura Kirana menjadikan Kota Prabumulih sebagai pusat kegiatan untuk
menggelar Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Provinsi Sumsel 2016
digelar di Kota Prabumulih. Acara tersebut digelar di Taman Kota Prabujaya
Prabumulih, Senin (1/8/2016).
Kegiatan tersebut ditandai dengan penanaman pohon oleh Wakil
Gubernur Sumsel Ir Ishak Mekki MM bersama Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya
MM beserta sejumlah kepala daerah dari kabupaten dan Kota se-Sumsel.
Dalam sambutannya Wagub Sumsel mengajak agar setiap elemen
untuk peduli lingkungan. Karena menurutnya, kepedulian lingkungan itu bisa
dilakukan dengan berbagai hal yakni mulai menjaga satwa liar yang dilindungi,
tidak melakukan perambahan hutan, melakukan penanaman kembali terutama di lahan
– lahan kritis. “Termasuk juga dengan mencegah kebakaran hutan, agar hendaknya
aparat bersama masyarakat untuk sedini mungkin agar hutan tidak terbakar, mulai
dari memantau adanya titik api, hingga mendirikan komunitas peduli asap di
setiap desa, sehingga kebakaran hutan di sumsel tidak terjadi lagi,” terangnya.
Karena itulah diharapkannya agar pemerintah daerah kabupaten
dan kota bersama masyarakat bahu membahu dalam menangani kebakaran hutan, “Kita
sudah mendapat tekanan dari awal oleh pemerintah pusat agar kebakaran hutan
tidak terjadi lagi, karena itu perlu bersama agar bagaimana kalau terpantau
titik api supaya cepat diatasi, sehingga tidak membahayakan dan menyebabkan kebakaran
yang meluas,” ujarnya.
Diterangkan oleh Wagub juga, pihak pemerintah provinsi
sengaja memilih Prabumulih sebagai pusat kegiatan hari lingkungan hidup tingkat
Sumsel, dikarenakan Prabumulih peduli akan lingkungan. “Prabumulih sudah
menggunakan gas kota yang bebas polusi, juga tidak mengeksplorasi batubara,
penghijauan terus digalakkan, serta banyak taman kota yang luas, sehingga
karena melihat hal itu kita pilih pusatnya disini,” bebernya.
Sementara itu Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM
menyampaikan bahwa Prabumulih menolak tambang batubara dikarenakan wilayahnya
yang kecil, “Dengan luas yang kecil tidak mungkin kita mengeksplorasi batubara,
karena itu kita menolaknya, kita ingin lingkungan kita tetap terjaga sehingga
bisa membanggakan sumsel, apalagi kita mendapatkan Piala Adipura Kirana, buka
pialanya yang kita kejar tapi semangat menjaga lingkungan bersih dan sehat yang
harus diutamakan,” pungkasnya.(RN)


Post a Comment